Lansia Aktif dan Produktif : 5 Tips yang Bisa Dilakukan di Rumah

Sumber Gambar : Parapuan.com

Halo Sahabat Appskep! 

Perlu diketahui bahwa pertambahan usia menyebabkan terjadinya penurunan fungsi fisik maupun mental, hal ini terjadi karena seiring pertambahan usia sistem kekebalan tubuh juga mulai melemah. Saat memasuki usia lanjut, kebanyakan orang akan mengurangi kegiatan sehari-hari karena fisik mulai melemah, memiliki penyakit tertentu, atau tidak ada kesempatan untuk beraktivitas. Padahal, pada kenyataannya, lanjut usia (lansia) harus melakukan aktivitas tertentu sesuai usianya setiap hari agar lansia tetap sehat, bugar, aktif, dan produktif. 

Apakah Sahabat Appskep mengetahui apa saja tips menjadi lansia sehat dan produktif? Ayo, simak penjelasan di bawah ini! 

5 Tips menjadi lansia sehat dan produktif
  1. Aktif bergerak
    Aktif bergerak dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat memberikan dampak positif bagi tubuh seperti meningkatkan kebugaran, mengendalikan berat badan, mengontrol tekanan darah dan kolesterol, menurunkan stres, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Contohnya seperti berjalan kaki jarak dekat, membersihkan rumah, bersepeda santai, dan berkebun. Aktivitas fisik dapat dilaksanakan selama 150 menit dalam seminggu atau paling sedikit 10 menit dalam sehari.
  1. Menjaga berat badan tetap ideal
    Berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit berbahaya seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung, penyakit gula, dan gangguan tidur. Berat badan ideal lansia dapat dihitung dengan body mass index (BMI) yaitu berat badan (kg) dibagi dengan tinggi badan kuadrat (m²) dan menurut WHO berat badan ideal lansia berada pada rentang 18,5 – 24,9. Oleh sebab itu penting untuk menjaga berat badan tetap ideal agar terhindar dari berbagai penyakit berbahaya.
  1. Mengonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang
    Makanan berperan penting dalam memberikan nutrisi dan energi bagi tubuh sehingga diperlukan makanan sehat dengan gizi seimbang agar tubuh mampu beraktivitas secara optimal dan terhindar dari penyakit. Lansia dianjurkan untuk membatasi konsumsi lemak jenuh dan memperbanyak buah, sayur, serta asam lemak omega-3. Pada umumnya lansia membutuhkan kalori 30 kali berat badan dan protein 1 gr/kg/bb/hari. Porsi makan lansia dapat diatur dengan metode isi piringku yaitu membagi piring menjadi 3 bagian, setengah bagian untuk sayur dan buah, seperempat bagian untuk karbohidrat, dan seperempat untuk protein.
  1. Istirahat yang cukup
    Istirahat tidak hanya menjadikan tubuh lebih segar, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga berat badan, meningkatkan kemampuan mengingat, dan mengurangi stres. Disarankan untuk mematikan lampu, mengurangi gangguan, dan menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman sebelum tidur agar menghasilkan tidur yang efektif.
  1. Melatih daya ingat
    Melatih daya ingat dapat mengurangi risiko terjadinya demensia pada lansia. Caranya dengan mengisi waktu luang dengan aktif berkegiatan, bermain teka teki silang, bermain puzzle, atau melakukan aktivitas mengasah otak lainnya. 
Beberapa pilihan aktivitas yang aman untuk lansia
  1. Olahraga
    Olahraga yang aman dilakukan lansia antara lain jalan kaki, yoga, dan senam lansia. Selain olahraga sendiri di rumah, lansia juga disarankan untuk berolahraga bersama agar lebih bersemangat dan tidak kesepian.
  1. Kerajinan tangan
    Lansia dapat mengisi waktu luang dengan membuat kerajinan tangan seperti melukis, merajut, menjahit, atau kerajinan tangan lainnya sesuai dengan hobi dan kemampuan lansia.
  1. Membaca dan menulis
    Membaca dan menulis mampu melatih daya ingat lansia karena otak akan bekerja mengingat informasi yang ada di dalam buku sehingga lansia yang gemar membaca dan menulis akan berisiko lebih rendah mengalami demensia. 
  1. Aktif dalam komunitas sosial
    Tergabung dalam komunitas sosial menjadi wadah pengembangan diri bagi lansia. Dalam komunitas lansia akan memiliki banyak teman dan dibimbing dalam melakukan aktifitas bermanfaat seperti, menyalurkan hobi ( menyanyi, menari, memasak, berkebun), mengikuti berbagai acara, serta menjadi relawan kegiatan sosial.

Menjadi tua bukanlah hal yang dapat Sahabat Appskep hindari, namun menjadi lansia yang aktif dan produktif dapat diusahakan dengan melakukan beberapa tips yang disebutkan di atas.

Referensi

AGE UK. (2024, 11 April). 10 Tips for Ageing Better. Diakses pada 15 April 2024, dari https://www.ageuk.org.uk/information-advice/health-wellbeing/mind-body/10-tips-for-ageing-better/

Bethesda.or.id. (2022, 26 November). Aktivitas Lansia Agar tetap Aktif, Aman, Sehat, dan Lebih Percaya Diri. Diakses pada 15 April 2024 dari, https://www.bethesda.or.id/read/182/aktivitas-lansia-agar-tetap-aktif-aman-sehat-dan-lebih-percaya-diri.html

Hasanah, R., Utomo, W., & Rustam, M. (2023). Gambaran aktivitas fisik lansia penderita hipertensi di puskesmas simpang tiga. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi1(1), 47-54.

Editor :
Ns. Nurul Fauziah, M.Med.Ed
Ns. Najmi Ulfa Misbah, S.Kep